No image available for this title

PURWARUPA PENGAIRAN OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE FUZZY



PURWARUPA PENGAIRAN OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE FUZZY

I Putu Bayu Starriawan1), Nyoman Rudy Hendrawan2), Gede Angga Pradiptha3)
Program Studi Sistem Komputer STMIK STIKOM BALI
Jalan Raya Puputan Renon No. 86 Denpasar, Bali, Indonesia tlp. (0361) 244445 fax: (0361) 264773
Email : 1)bayu.starriawan@stikom-bali.ac.id, 2)rudyhendrawan@stikom-bali.ac.id, 3)anggapradiptha19@gmail.com


ABSTRAK
Sibuknya aktivitas kota yang cukup padat sering kali membuat kita lupa akan hal rutin yang harus kita lakukan seperti menyiram tanaman di rumah. Hal tersebut pastinya berdampak pada kesuburan tanah dan tanaman yang kita tanam, sehingga diperlukannya sebuah solusi yang dapat membantu kita dalam menyiram tanaman ataupun memberikan kita informasi tentang kondisi tanaman yang kita miliki, yang dapat kita akses melalui jarak jauh. Hal ini dapat dilakukan dengan sebuah sistem yang bernama Internet of Things (IoT). Internet of things (IoT) ialah istilah yang dikemukakan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan Internet of Things saat ini sudah berkembang kearah bidang pertanian. Inovasi baru banyak diciptakan guna mendukung solusi-solusi di bidang pertanian yang berbasis Internet of Things. Pada penelitian ini dibuat sebuah purwarupa pengairan otomatis berbasis IoT yang menggunakan metode fuzzy sebagai metode pengolahan datanya. Sistem pengairan yang dibuat yaitu mengunakan dua sensor, diantaranya adalah sensor DHT11 yang berfungsi untuk mendeteksi suhu udara dan kelembaban udara, serta sensor YL-69 yang berfungsi untuk mendeteksi status kelembaban tanah. Kedua sensor ini terintegrasi dengan mikrokontroler nodemcu ESP8266. Data sensor yang didapat dikirimkan melalui media Internet ke salah satu broker dan kemudian data tersebut di subscribe ke aplikasi pengolahan data yang berbasis web lalu hasil data olahan tersebut dikirim kembali ke broker yang nantinya akan di subscribe oleh rangkaian nodemcu yang terintegrasi dengan pompa air. Pengujian data dilakukan dengan cara mengambil 30 data acak dari database untuk diuji dengan 27 aturan fuzzy yang sudah dibuat sebelumnya. Hasil yang didapat adalah (90%) aturan fuzzy berhasil berjalan sesuai dengan status pompa yang diharapkan, dan (10%) gagal. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan nilai pada penjumlahan nilai bobot kriteria aturan fuzzy dengan hasil deffuzifikasi dari data yang didapatkan.

Kata Kunci: Internet of Things, Fuzzy, Pengairan Otomatis, IoT

ABSTRACT
The busy activity of the city is quite dense often make us forget the routine things we should do like watering the plants at home. It certainly affects the fertility of the soil and the plants we plant, so it needs a solution that can help us in watering the plants or giving us information about the condition of the plants that we have, which we can access over long distances. This can be done with a system called Internet of Things (IoT). Internet of things (IoT) is the term put forward by Kevin Ashton in 1999 and the Internet of Things is now evolving towards agriculture. A new innovation has been created to support agricultural solutions based on the Internet of Things. In this research, an IOT-based automatic irrigation prototype using fuzzy method is used as the method of data processing. Irrigation system is made using two sensors, including DHT11 sensor that serves to detect air temperature and humidity, and YL-69 sensor that serves to detect the soil moisture status. Both sensors are integrated with nodemcu microcontroller ESP8266. Sensor data obtained is sent through the Internet media to one broker and then the data is subscribed to a web-based data processing application then the results of the processed data is sent back to the broker which will be subscribed by the nodemcu circuit that is integrated with the water pump. Testing data is done by taking 30 random data from the database to be tested with 27 fuzzy rules that have been made before. The results obtained are (90%) fuzzy rules successfully run in accordance with the expected pump status, and (10%) failed. This is due to the difference in the value of the sum of the weight values of the fuzzy rule criteria with the deffuzification result of the data obtained.

Keywords: Internet of Things, Fuzzy, Smartwatering System, IoT


Ketersediaan

S.130010004.1001.42Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
001.42
Penerbit STIKOM Bali : Denpasar.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
001.42
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this